Kamis, 28 Februari 2013

Gowes : Trip to Jumapolo - Jumantono


"Duren! wah tiba juga musim duren, gowes ke sentra duren kayaknya asyik juga..."
Hal itulah yang terlintas di benak kami saat merencanakan arah tujuan gowes kami, rugi kalau musim durian ini tidak menikmati durian langsung ke sentra durian.

Minggu pagi sehabis subuh, kami telah bersiap dengan sepeda kami, biarpun sepeda jadul tapi tetap kokoh dan lincah menemani kami gowes beberapa puluh kilometer, waduk gajahmungkur wonogiri, waduk cengklik boyolali, karangpandan, waduk delingan, wana wisata bromo dan sebagainya telah kami tempuh dengan sepeda kami ini.

05.09
Start!
Menuju arah selatan, dari bekonang kami jalan ke timur lalu ke selatan, kami mengambil jalur memutari waduk mulur yang terletak di desa mulur kecamatan Bendosari Sukoharjo. Dimana waduk ini menjadi tujuan para pemancing dari berbagai daerah. Rute yang sama seperti ketika kami gowes ke Seplang Jumapolo, karena memang kami akan melewati daerah tersebut.








Waduk Mulur Sukoharjo ( www.solopos.com )


05.47
Selepas waduk mulur kami memasuki kawasan pedesan dan perkebunan yang begitu hijau, Dengan jalanan yang relatif sepi dan sedikit tanjakan, dengan begitu kami puas menikmati keindahan alam pagi ini. Mobil pun termasuk jarang melewati jalan ini pada pagi hari ini, hanya truk – truk pengangkut rombongan pemanen padi dan hasil panen berupa padi dan palawija.


06.20
Aah... Setelah sedikit tanjakan panjang akhirnya sampai pula kami di pertigaan seplang (perbatasan jumantono - jumapolo). Hanya satu tujuan kami di sini, sebuah warung soto kwali yang menjadi langganan kami. Kami memberi nilai 8 untuk citarasa masakan soto disini, benar benar pas dan menjadi menu sarapan yang nikmat. Bagi anda yang kebetulan lewat daerah ini bolehlah menyempatkan mampir, tepatnya disebelah barat pertigaan seplang.


Soto Kwali Pertigaan Seplang


07.09
Beberapa saat melepas lelah, kami melanjutkan perjalanan yang tersisa sekitar 5km menuju pasar Jumapolo, dimana tempat itu menjadi tujuan kami hari ini.
Semangat, semangat,... Ternyata jalanan menanjak, walaupun sedikit tapi lumayan panjang. Sepanjang kiri kanan kami tampak pohon durian yang sedang berbuah, karena memang saat ini sedang musim durian.
Juga rambutan dan ace (didaerah kami menyebut buah rambutan dengan dua jenis / nama, rambutan dan ace, dimana daging buah rambutan menempel erat pada isinya susah untuk dipisahkan, sedangkan daging buah ace amat mudah dikelupas (dikelotok) dari isinya )


07.26
Beberapa ratus meter dari pasar jumapolo kami menemui beberapa pedagang durian yang berjualan dipinggir jalan, aroma dari durian yang dijajakan begitu menggoda. Oh ya sebagai informasi, alasan kenapa kami membeli durian kepada pedagang, bukan langsung ke yang empunya pohon durian? Hal itu dikarenakan memang durian yang masih di pohon dan masih kecil-kecilpun sudah banyak yang jatuh ke tangan bakul ( seperti hal nya tengkulak ), dijual saat masih mentah ( walaupun tidak semuanya begitu ). 

Nyam.... Belah duren.....
Belah duren! Aha... biarpun masih pagi tapi nikmat juga menikmati durian yang ranum... Cukuplah satu buah durian untuk kami bertiga, cukup dimakan ditempat. Dan juga memang kami tidak membeli untuk oleh – oleh karena bagaimana kami bisa membawa pulang, mungkin akan malah memberatkan perjalanan kami bersepeda.


08.02
Okelah cukup, kamipun meneruskan perjalanan yang kami rencanakan akan melewati Jumantono, lewat pasar Jumapolo terus keutara, melewati kawasan hutan yang sepi. Berjalan kurang dari satu kilometer kami disambut dengan turunan tajam, lalu tanjakan, lalu turunan lagi, lalu tanjakan lagi. Kami terngiang pesan dari si penjual durian tadi, “ hati – hati mas, jalanan pegunungan, curam, kalau gak kuat nanti dituntun saja sepedanya.... “. Ternyata benar juga  kami sampai dua kali harus turun dari sepeda, karena memang tanjakan yang kami lalui benar – benar W..... O..... W.....!!!. Sepanjang jalanan kami tidak menemuai satupun pengendara sepeda melalui jalur ini, memang kami betul – betul nekat.
Sampai memasuki daerah jumantono, tetap saja ada tanjakan kami lewati.. fiuh... Barulah sampai perempatan Pasar Jumantono jalanan kembali landai, rata. Kami sempatkan untuk membeli beberapa botol minuman untuk tambahan bekal yang mulai menipis.

09.17
Go.. go... jalanan menurun membuat kami begitu bersemangat mengayuh pedal kami, satu lagi yang akan kami tuju setelah ini, Monumen Tanah Kritis. Dari nama monumennya sebenarnya udah ketahuan isinya, dan isinya memang sepetak ruangan yang dalamnya tanah kritis. Tanah kritis merupakan tanah yang memang kritis seperti hampir mati, maksudnya hampir tidak ada kehidupan di tanah kritis tersebut. Dahulu banget di daerah sekitar monumen tersebut memang tanahnya kritis dan seperti tidak ada kehidupan, namun karena keberhasilan konservasi tanah dan air maka sekarang sudah menjadi saerah subur dan produktif. Oleh karena itu, dibangunlah monumen tanah kritis untuk mengenang bahwa dulu pernah terjadi keadaan alam seperti itu. Sebuah monumen yang dibangun untuk mengingatkan kita bahwa bumi ini bukanlah warisan nenek moyang kita, tapi titipan dari anak cucu kita agar kita jaga kelestariannya. Terletak di wilayah yang masuk kecamatan jumantono Kabupaten Karanganyar.
Ini dia penampakannya :

Monumen Tanah Kritis


 
Tanah kritis





10.29
Setelah sejenak berhenti kamipun melanjutkan perjalanan pulang, tetap semangat walaupun masih ada beberapa turunan dan tanjakan curam yang harus kami lewati. Ternyata jauh juga perjalanan kami hari ini, kayaknya hari juga telah beranjak siang.
Dan sampai disini dulu catatan perjalanan kami, tunggu pengalaman perjalanan kami berikutnya. Salam Gowes!.





»»  READMORE...

Rabu, 13 Februari 2013

Gowes - Trip to Delingan

Setelah minggu yang lalu kami mengunjungi waduk cengklik dalam Gowes minggu pagi kami, sekarang tanggal 3 Februari 2013 giliran kami mengarahkan haluan ke waduk Tirto marto (Delingan) yang berada di daerah Delingan karanganyar.


Waduk delingan (Tirto Marto) karanganyar


waduk lalung karanganyar

05.09
Dengan mengambil jalur selatan via waduk lalung (yang beberapa waktu lalu heboh dengan berita lelembut/peri yang jadi calon pengantin, kami melewati pedesaan jantiharjo hingga akhirnya sampai di persimpangan terminal bejen dimana disitu terdapat tempat nongkrong para pe-Gowes dari seputaran solo - karanganyar - sukoharjo. Dan boleh di bilang Bejen adalah checkpoint bagi para biker untuk melanjutkan perjalanan ke karangpandan - tawangmangu atau sekedar berbalik arah kembali ke solo. Tiap minggu pagi tempat ini di penuhi ratusan pesepeda yg berkumpul, dan persis di samping pos lantas bejen terdapat warung sarapan dan jajanan pasar yang amat terjangkau harganya, kue klepon, ketan, gethuk dsb.



06.04
Melanjutkan perjalanan, kami mengambil arah waduk delingan dimana jalan yg kami lalui lumayan menantang dengan dua kali turunan dan tanjakan.
Sampai dijalan masuk waduk delingan, kami berubah pikiran, kami ingin melanjutkan menuju ke Wana Wisata Bromo yang berada 'diatas' waduk delingan walaupun tanjakan yang kami lalui lumayan panjang. Dijalan,sembari bermandikan peluh kami masih sempat mengagumi keindahan waduk delingan dengan latar belakang perkebunan nan hijau dari ketinggian. Subhanallah...

waduk delingan southern angle


06.22
Melepaskan lelah di bawah rimbunnya pepohonan di gerbang Wana wisata Bromo merupakan kenikmatan tersendiri bagi kami. Sayang tempat ini makin lama makin tak terurus dan sampah dimana2. Dan didalamnya pun dimana terdapat gazebo gazebo dan menara pandang, saat ini sudah amat memprihatinkan keadaanya, dan juga sering disalahgunakan oleh remaja remaja untuk tempat pacaran.
gerbang wana wisata bromo karanganyar


06.34
Merasa tertantang untuk bersepeda lebih jauh, kami putuskan untuk terus naik ke arah Mojogedang, dengan tujuan untuk melewati desa desa dan mencari jalur alternatif kembali ke arah kami pulang. Selepas dari Bromo, hanya tanjakan yg selalu kami lalui, bahkan kami harus berhenti ketika rantai sepeda salah seorang dari kami lepas.

06.53
Setelah bersusah payah akhirnya kami sampai di lapangan pojok mojogedang, dimana kami harus berbelok masuk kampung untuk menghindari tanjakan curam di perempatan Mojogedang.
Dari sini jalan kami lalui adalah 80% jalan turunan, sehingga kami harus ekstra hati hati disamping kadang kadang terdapat jalan berlubang. Melalui jalur ini kami bisa mengamati kota karanganyar dari ketinggian.
Melewati kaliboto - kalijirak - wonolopo, akhirnya kami sampai juga di daerah tasikmadu.

07.21
Setelah berhenti didaerah papahan untuk melepas lelah dan sarapan, kami lanjut pulang memotong jl. Lawu yang digunakan untuk Car Free Day saat minggu pagi.





Okay sob, sampai disini dulu, cerita akan saya sambung minggu depan. Salam Gowes...!
»»  READMORE...

Gowes - Trip to Cengklik

Gowes.... Bersepeda.... Itulah hal yang terlintas pada benak kami, saat mengisi kegiatan minggu pagi. Bersepeda merupakan kegiatan rutin yang kami lakukan tiap hari minggu, bagai rutinitas mingguan memang, disamping demi menjaga kebugaran dan kesehatan tentunya...

Hari Minggu ini, tanggal 27 januari 2013 bertepatan dengan hari Minggu Legi (Bah...!!!, apa pula itu...) kami berencana untuk gowes ke Waduk Cengklik, Obyek wisata ini terletak di Desa Ngargorejo dan Sobokerto, Kecamatan Ngemplak ± 20 km, ke arah timur laut Kota Boyolali.

Dengan Anggota 5 orang Biker, pukul 05.00 tepat kami berangkat... Bismillah....
Menembus kabut pagi sisa hujan semalam, kami meluncur dengan kecepatan sedang melewati jalanan yang masih terbilang sepi. Palang Palur kami lewati, jembatan Jurug, Tugu cembeng dan meluncur menuju arah terminal solo.
Lewat daerah Nusukan kami bermaksud mengambil jalur via banyuanyar lalu melewati Tugu Boto untuk menghindari keramaian Stadion Manahan di hari Minggu pagi.

Tugu Boto yang menjadi ikon di daerah klodran
Setelah melewati hiruk pikuknya pasar (lupa namanya, wkk...) di utara perbatasan antara kabupaten Karanganyar dan kabupaten Boyolali, antara klodran karanganyar dan ngemplak boyolali,  kami ambil kiri melewati gagaksipat setelah sebelumnya melalui areal persawahan yang menghijau, dan akhirnya sampai juga kami di Bandara Adi Sumarmo Boyolali. Dan sejenak kamipun melepaskan pandang ke arah pesawat-pesawat yang akan terbang atau yang baru saja landing.

bandara Adi sumarmo ( www.solopos.com )
Setelah sekedar "menonton" pesawat terbang ( maklum di kampung kami tidak ada benda segede itu, ada juga sapi tetangga yang lumayan gede jika dilihat ) kami lanjut menggenjot pedal kami beberapa menit sehinga akhirnya kami sampai di tepi waduk Cengklik yang indah.
Inilah penampakan waduk Cengklik Boyolali :








Sembari menikmati pemandangan nan asri, kami pun duduk-duduk ditempat yang telah disediakan disepanjang pinggir waduk oleh warung-warung makan yang ada. Menu disini amatlah bervariasi, mulai dasi nasi soto, sego liwet, nasi pecel dengan lauk ikan wader. bagi anda yang ingin sekedar bersantai dengan keluarga, maka Obyek Wisata Waduk Cengklik bisa menjadi salah satu alternatif tujuan anda.
Setelah cukup beristirahat maka kamipun beranjak untuk kembali pulang, berhubung untuk pulang kami berjalan ke arah matahari terbit, maka sinar mentari yang menyilaukan mata pun menjadi salah satu tantangan kami. Walaupun Kacamata UV sudah kami persiapkan sebagai antisipasi. Dengan cepat kami lalui Jl. Adi Sucipto ke arah timur, melewati stadion Manahan yang minta ampun ramainya, melewati terminal Tirtonadi Solo, ke arah Panggung, terus hingga akhirnya kami berhenti di depan taman satwa taru Jurug untuk beristirahat sejenak.




Setelah beberapa menit bersepeda dari Taman Jurug maka kamipun mulai memasuki daerah kami. Alhamdulillah.... perjalanan kami lancar tanpa ada hambatan yang berarti....


Oke sampai bertemu di posting Gowes selanjutnya.... Salam Gowes......




»»  READMORE...

Kamis, 22 November 2012

ENGGAN BERJILBAB DENGAN ALASAN BELUM DAPAT HIDAYAH?

Banyak dari wanita muslimah yang belum mau (atau tidak mau?!) berjilbab berdalih: “Allah belum memberiku hidayah. Do’akan aku agar segera mendapat hidayah.” Maka mereka ini telah TERPEROSOK ke dalam kesalahan yang NYATA. Kami ingin bertanya: “Bagaimana engkau TAHU bahwa Allah belum memberimu hidayah?”
Jika jawabannya: “Aku tahu.”
Maka jawablah dua pertanyaan ini:
1. Apakah engkau ingin mengatakan bahwa dirimu telah melihat ke dalam kitab yang tersembunyi (al-Lauhul Mahfuzh)? Bahwa dirimu telah ditulis sebagai orang yang belum atau tidak mendapatkan hidayah, dan dirimu telah tertulis sebagai orang yang celaka dan bakal masuk neraka?
2. Apakah engkau ingin mengatakan bahwa dirimu telah diberitahu oleh orang lain atau makhluk lain? Bahwa dirimu tidak termasuk wanita yang mendapatkan hidayah?
Jika kedua pertanyaan tersebut tidak mampu kau jawab, bagaimana engkau bisa mengetahui bahwa Allah belum memberimu hidayah?
Duhai saudariku muslimah…
Pernahkah engkau mencoba untuk MENCATAT, berapa banyak dosa yang kau lakukan dengan “hati yang ringan” dalam setiap harinya hanya dengan SATU perintah Allah yangENGGAN kau taati?
Siapkanlah alat tulismu dan cobalah kau catat mulai hari ini:
1. Ketika keluar rumah tanpa berjilbab, maka pada hakikatnya dirimu telah berbuat maksiat karena memperlihatkan aurat. Ada berapa orang yang bukan mahram yang lewat di depan rumahmu dan melihat dirimu “memamerkan” aurat? Catat…
2. Ketika berada di jalan menuju ke pasar atau kemana pun tujuanmu, ada berapa banyakkah orang yang bukan mahram yang melihat dirimu “memamerkan” aurat? Catat…
3. Ketika berada di tempat tujuan, tempat kerja atau apapun tempat yang kau tuju, ada berapa banyakkah orang yang bukan mahram melihatmu “memamerkan” aurat? Catat….
4. Demikian pula ketika menuju pulang ke rumahmu, ada berapa banyakkah orang yang melihat dirimu “memamerkan” aurat? Catat…
Maka cobalah kau jumlah, terhadap berapa banyak orangkah dirimu “mempertontonkan” aurat dalam sehari ini?
Lalu cobalah engkau membaca firman Allah Ta’ala berikut ini:
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
“Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.” (Az Zalzalah: 8)
Siapakah di antara teman-temanmu atau keluargamu yang dapat membelamu ketika dirimu sudah terbujur kaku di dalam kuburmu?
Engkau menambah dosa dengan dosa, lalu dirimu mengharap tingkatan-tingkatan surga dan kemenangan seorang ahli ibadah. Apakah kau lupakan Rabb-mu saat Dia mengeluarkan Adam dari Surga menuju dunia hanya karena disebabkan satu dosa..??
Ketahuilah wahai saudariku….
Hidayah (petunjuk) ada dua macam, yaitu hidayatut taufiq dan hidayatul irsyad.
1. Hidayatut Taufiq
Semata-mata datangnya dari Allah. Sebagaimana yang dimaksud dalam firman-Nya:
إِنَّكَ لا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang YANG MAU menerima petunjuk.” (Al-Qashash: 56)
2. Hidayatul Irsyad
Ini dimiliki oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan setiap orang yang berdakwah ilallah, yang mengajak orang lain menuju kebaikan. Sebagaimana dalam firman-Nya:
…وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“…Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Asy Syura: 52).
Jenis hidayah yang ke dua ini (hidayatul irsyad), dimiliki oleh setiap orang yang berdakwah ilallah, karena orang yang berdakwah ilallah hanya memberikan sebuah KUNCI menuju jalan yang benar dan lurus kepada orang lain.
Adapun akhir perkaranya, semua kembali kepada Allah. Sehingga, pada akhirnya Allah-lah saja yang menentukan seseorang mendapatkan hidayah dari-Nya (hidayatut taufiq), ataukah tidak.
[Lihat kitab al Qaulul Mufid ‘ala Kitab at Tauhid (1/348-349)]
Maka yang menjadi masalah adalah, apakah seseorang yang sudah melihat datangnya hidayah mau menerima hidayah (petunjuk) tersebut ataukah dia LEBIH SENANG BERPALINGmenjauhi hidayah tersebut, lalu mengatakan, “Belum mendapat hidayah.” (?!)
Orang-orang yang telah “melihat” datangnya hidayah tetapi TIDAK MAU mengikutinya, maka pada hakikatnya adalah orang-orang yang LEBIH MENYUKAI kesesatan daripada hidayah (petunjuk).
Hal ini telah digambarkan oleh Allah Ta’ala sebagaimana dalam firman-Nya:
وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَى عَلَى الْهُدَى
“Dan adapun kaum Tsamud maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu..” (Al Fushshilat: 17)
Allah Ta’ala berfirman:
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.” (Al-Baqarah: 196)
Allah Ta’ala berfirman:
فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنَ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Maka apabila mereka tidak memenuhi seruanmu (wahai Muhammad), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka itu hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa petunjuk dari Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada kaum yang zhalim.” (Al-Qashash: 50).
Allah Ta’ala berfirman:
وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلا عَظِيمًا
“Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).” (An Nisaa’: 27)
Semoga bermanfaat…..
»»  READMORE...

Senin, 19 November 2012

desain kalender mentah 2013

Sehubungan dengan pergantian tahun ke tahun 2013, maka produksi kalender sedang marak-maraknya dilakukan. Dan bagi rekan rekan desainer grafis atau sebangsanya (?) yang memerlukan, silahkan saja sedot disini...
»»  READMORE...

Jumat, 01 Juni 2012

ATURAN TOURING (buat yg akan ikut touring wajib baca!)



Siapa sih yang gak suka touring, berpetualang atau melakukan perjalanan dengan sepeda motor. Touring bisa dilakukan sendiri atau secara berkelompok bikin rombongan ama temen-temen. Menikmati sensasi mengendalikan ‘si kuda besi’ di berbagai lintasan tak hanya memberikan tantangan tersendiri, tapi juga menghibur dan menyenangkan. Walaupun touring merupakan kegiatan santai yang menghibur, namun ada aturannya lho, ini dia beberapa aturan touring yang perlu diperhatikan agar touring kamu aman dan nyaman:
 

PERSIAPAN PRIBADI
Sebaiknya siapkan kondisi kendaraan dan juga fisik masing-masing karena waktu perjalanan cukup panjang. Sebelum melakukan perjalanan sebaiknya makan dulu, minimal perut gak kosong.

Persiapan barang yang harus dipersiapkan untuk individu:
Pakaian yang adem dan nyaman. Jangan sampai di atas motor pakaian bikin risih, apalagi gatel-gatel wah gawat. Baiknya gunakan body protector yang dipasang di dada, banyak dijual di pinggir jalan, kalo ngga ada, bisa juga pake lapisan koran beberapa lembar.
Jaket, pakai jaket yang pas badan, jangan yang berkibar-kibar. Hal ini dapat mempengaruhi hambatan angin yang ditimbulkan,dan mempengaruhi kecepatan.
Jas Hujan, jika lagi musim hujan pastikan dibawa, kalo bawa bonjengers bawa jas ujan dua, jangan yang nyetir aja, kasian yg belakang ntar masuk angin. Sebaiknya pilih jas hujan model terpisah antara baju dengan celana, jangan yang model ponco. kalo perlu malah sekalian penutup sepatunya (Gaiters), bisa dibeli di toko-toko adventurer.
Sarung tangan, yang bagus dari bahan kulit, tapi tidak kaku jadi handling grip-nya masih kerasa.
Sepatu, pilih yang modelnya sangat nyaman dengan kaki kita, jangan kesempitan. Sebaiknya pilihyang modelnya menutupi mata kaki kita. Kalo gak ada minimal pake sepatu model sneaker (sepatu kets).
Tas Ransel, taruh barang-barang dalam tas ransel, jangan pake tas travel, repot!
Kacamata hitam, jangan lupa. Biar gak silau kalau jalan di siang bolong!
Helm, sebaiknya gunakan yang model full-face, atau paling ngga helm yang dapat menutupi sampai ke telingga kita. Jangan pake model helm cetok yang biasa dipake kalo JJS (jalan jalan sore) di komplek/kampung, itu mah nggak aman untuk kepala kita. Sayang kepala deh!
Surat surat kendaraan, seperti SIM, STNK dan KTP, siapa tau ada pemeriksaan di jalan, kalo ngga lengkap bisa mengganggu perjalanan lainnya.
Duit secukupnya.
Obat-obatan pribadi. Buat yang punya penyakit khusus bawa obat masing-masing. Yang juga penting bawa doping alias vitamin agar stamina tetap terjaga, minum satu sebelum berangkat.
Tools motor yang cukup. Untuk motor yang agak rewel bawa moving parts yang kira-kira akan bikin rewel di jalan apalagi kalo dah dimodif, rewelnya suka aneh-aneh. Ingetin penyakit-penyakit motor yang biasanya,dan bawa parts cadangannya. Jangan terlalu mengandalkan pada logistik.

KESIAPAN MOTOR
Untuk kesiapan kendaraan, jangan lupa untuk memastikan bahwa kendaraan yang kita bawa dalam keadaan sehat atau layakk jalan jauh. Yang sebaiknya harus diperiksa:
Oli mesin, cepat ganti apabila sudah lewat batas KM-nya.
Minyak Rem.
Kanvas Rem
Kekencangan/kerenggangan rantai motor
Kopling, kalau selah kopling dirasa sangat berat, coba cek lagi.
Ban, kalo udah gundul,mendingan mikir dulu deh, apalagi jika sedang musim hujan.
Cek kondisi lampu-lampu kendaraan, terutama lampu depan (head lamp), lampu belakang, lampu sein.
Ada baiknya untuk memeriksakan kondisi kendaraan/motor langsung ke bengkel kepercayaan, yah sekalian tune-up lah, biar dijalan dapet jalan dengan baik dan tenang.

SUSUNAN ROMBONGAN TURING
CAPTAIN LEADER (Kapten rombongan)
Bertanggung jawab atas perjalanan turing ini, harus tahu mengenai medan yang akan dilalui, dan pengambil keputusan kapan harus berhenti, istirahat, dan jalan. Memantau kondisi medan di depan apakah bisa dilewati rombongan dengan aman atau harus extra hati-hati. Memutuskan rute-rute mana yang akan dilalui rombongan dan memberitahukan tanda-tanda peringatan kepada rombongan di belakangnya. Kapten berada paling depan diapit blocker kiri-kanan.
Sebagai leader,harus menjaga kecepatan motor, biar yang dibelakang nggak ketinggalan, sebaiknya jaga kecepatan hingga maksimal 60 KM/Jam, supaya yang dibelakang tidak terlalu cepat dan sweeper juga bisa mengejar rombongan dan voijrider bila terjadi keadaan darurat. Apalagi turing ini banyak yang bawa bonjengers. Jika ada motor liar ngudak-ngudak ngajak balapan biar aja blocker atau sweeper yang urus, acungin jempol tuh motor biar dia seneng.
Kecepatan konstan juga agar rombongan tidak terpecah dan tidak mengorbankan teman, karena di jalan raya pada waktu menyalib kendaraan tidak semua sopir sifatnya mau mengalah jadinya bisa kecelakaan, karena pada saat yang satu habis mendahului ada ruang kosong si sopir biasanya langsung maen masuk dan kasihan rombongan yang belakang karena bisa terjadi kecelakaan, entah terserempet kendaraan yang kiri atau tertabrak kendaraan dari arah berlawanan.
Sebagai kepala rombongan, Kapten harus memberi contoh kepada rombongan tentang etika berlalu lintas yang baik. Berhentilah apabila lampu merah sedang nyala, dsbnya. Sebagai leader, juga harus pasang mata dengan sebaik-baiknya. Kalo kalo ada lubang atau hambatan didepan harus kasih tanda ke rombongan di belakang secara estafet. Peserta dibelakangnya wajib melakukan hal yang sama terus sampai ke peserta paling belakang (sweeper).
Berikut beberapa tanda peringatan dalam touring:
Tangan (kiri atau kanan sama aja) mengepal ke atas artinya Berhenti,
Tangan mengepal digerakkan ke atas dan bawah vertical atau menggerak-gerakan telapak tangan vertikal atas bawah, artinya Mulai Perlambat motor, Mau berhenti.,
Menurunkan salah satu kaki ke kiri / kanan artinya ada hambatan di depan berupa lubang atau pembatas jalan, atau hambatan lainnya di sebelah kiri/kanan, jangan dilewati!
Menurunkan kedua kaki artinya perlambat motor, hati – hati ada polisi tidur, atau jalan rusak.

VOJRIDERS
Sebagai pendamping kapten. Vojriders motornya harus dilengkapi sirine dan lampu rotator agar kendaraan di depan dapat mengetahui dengan segera keberadaan rombongan kita. Vojriders juga harus ikut menjaga kestabilan kecepatan agar rombongan yang dibelakangnya tidak keteteran dan mengingatkan Kapten bila terlalu cepat. Fungsi vojriders disini minimalis, hanya sebagai kepala ular-ularan saja. Rotator tidak harus terus menyala sampai tujuan, boleh diistirahatkan sebentar-sebentar jika jalan kosong. Sirine tidak harus meraung-raung sepanjang perjalanan, berisik! Bunyikan pada saat diperlukan, misalnya di persimpangan jalan, jalan di depan macet bergerak, menyalip truk/tronton, dll.

BLOCKER (Safety Officer)
2 orang disamping kapten, kiri dan kanan untuk membuka jalan. 1 orang di kiri utk meminggirkan kendaraan yang ada dikiri, dan 1 dikanan untuk meminggirkan kendaraan yang ada dikanan. Tugas blocker sangat berat butuh mental yang kuat, dan fisik prima,handling berkendara yang bagus dan bernyali gede. Jadi formasinya mungkin seperti trisula. Kiri menyalakan sein kiri dan blocker kanan menyalakan sein kanan. Tapi juga harus diperhatikan pada saat blocking jangan sampai membuat pemakai jalan raya yang lain kesal kepada kita. Kita bukan genk motor. Kita harus bisa membuat orang lain simpati kepada kita. Tunjukkan kepada pengendara lain bahwa kita turing dengan aman.

SWEEPER
Sweeper ini harus minimal adalah motor yang bisa mendahului rombongan mensejajari kapten apabila ada keadaan yang mengharuskan rombongan berhenti. Akselerasi cepat dan handling harus bagus. Sweeper minimal 2 kendaraan. Tugasnya sebagai penyapu apabila ada kendaraan/peserta yang tertinggal dibelakang, posisinya berada di paling belakang rombongan karena dia juga berfungsi untuk memberitahukan leader di depan apabila dibelakang terjadi hambatan. Salah satu sweeper secara bergantian juga mengatur barisan agar rapi dan berada di barisan. Sweeper berhak menegor anggota rombongan yang ugal-ugalan dan tidak mengindahkan aturan. Ada baiknya motor sweeper juga dilengkapi dengan alat alat pelengkap seperti sirine, atau lampu rotator. Sama dengan blocker, sweeper kiri menyalakan sein kiri dan sweeper kanan menyalakan sein kanan.

Untuk idealnya , captain leader, vojriders, blocker, dan sweeper harus terhubung dengan radio ht. Jadi kalo bisa para petugas ini berboncengan untuk memudahkan komunikasi ht.

ETIKA TOURING!
1.      DATANG ON TIME!.
Datang sesuai dengan jadwal yang ditentukan, minimal satu jam sebelum berangkat untuk istirahat, persiapan dan briefing.
2.      NYALAKAN LAMPU DEPAN DAN HAZARD!
Meski jalan di siang hari, nyalakan semua lampu depan kendaraan agar kendaran lain yang di depan atau dari arah berlawanan dapat dengan cepat mengetahui keberadaan motor kita. Juga nyalakan hazard bagi yg sudah pasang. Untuk yg gak ada hazard,pasang sen kanan. Sen dan hazard dinyalakan kalo perjalananmalam. Kalo mau diistirahatkan gunakan waktu ketika berhenti atau lampu merah. Kondisi aki harus diperhatikan sebelum berangkat, cek kondisi setrum dan airnya jangan sampai kurang!
3.      JANGAN SALIP MENYALIP!
Ketika akan jalan, ingatkan siapa kawan di depan and di belakang motor kita. Jadi kalo ada yg ilang satu di jalan ketauan. Jangan saling menyalip kawan di depannya kecuali diperintah sweeper. Turing bukan untuk saling menyalip,bukan balapan!, tapi kerapihan, ketertiban berkendara, dan kebersamaan. Bukan dilihat siapa yang sampe duluan, tapi bagaimana sampe semuanya dengan selamat sampe tujuan. Jangan melakukan manuver-manuver yang ngga perlu/berbahaya, dan jangan keluar dari rombongan yang ditentukan.
Jalan di sisi jalan, jangan ditengah-tengah, ntar ketabrak! Peserta turing harus saling menjaga satu sama lain, kalau di depan motor kawan kita miring-miring ke kiri kanan, dan sweepersedang tidak berada di sisi rombongan, tegor saja kawan kita takutnya ngantuk. Tapi juga tidak perlu ikut ngatur-ngatur barisan, terima kasih bro, but itu udah ada pembagian tugas masing-masing. Sebagai peserta rombongan cukup ikutin aturan sudah sangat membantu.
4.      JAGA JARAK, SILANG !
Jaga jarak aman antar kendaraan, posisi motor dengan yang depan agak bersilangan, sehingga bisa mengantisipasi bila motor/kendaraan didepan tiba tiba melakukan manuver/rem mendadak.
5.      PATUHI ATURAN LALIN !
Tetap menjaga aturan berlalu-lintas yang baik. Jangan mentang mentang rombongan banyak lalu melanggar rambu rambu lalu lintas dengan seenaknya, seperti terobos lampu merah, selip kiri selip kanan tanpa sein, berjalan berjejer dengan menghambat laju kendaraan dibelakangnya, dan jangan buang sampah seenaknya.
Jika vojriders terkena lampu merah sebaiknya berhenti, meski kita rombongan banyak dan ada surat jalan, polisi gak suka kalo kita terobos lampu merah. Kecuali kalo vojriders pas lampu hijau kemudian pas tengah rombongan tiba-tiba merah, agar tidak terputus bisa lanjut terus asal dijaga oleh blocker. Jadi ketika lampu lalu lintas, meski hijau blocker tetap harus siap menjaga rombongan kalo-kalo lampu merah menyala di tengah rombongan.

IMPORTANT !!
Mungkin nanti jika peserta ternyata banyak, akan dibagi atas dua rombongan. Ini dimaksudkan agar kontrol dapat dilakukan dengan baik dan mudah,setiap rombongan kudu bisa inget siapa siapa ajah yang masuk ke rombongannya. Jangan melakukan manuver-manuver yang nggak perlu / berbahaya, dan jangan keluar dari rombongan yang ditentukan. Jangan melakukan balapan, karena tujuan touring adalah jalan-jalan santai, bukan untuk balapan!
Bila ngantuk berat, terjadi masalah, atau ada kerusakan motor segera beritahu sweeper dengan keluar dari barisan sambil mengacungkan tangan dan membunyikan klakson panjang, nanti sweeper akan menghampiri anda untuk menanyakan problemnya dan akan menghentikan rombongan agar menepi.
Buat Para Boncengers, ada baiknya anda juga turut berpartisipasi dalam kegiatan perjalanan, jangan cuman sebagai penumpang ojeg doank. Caranya dengan aktip memberikan tanda tanda yang diperlukan bagi rombongan,seperti tanda kalo ada halangan didepan, tanda berbelokdan tanda tanda lainnya.
Apabila waktu touring jangan mengeluh, karena touring dengan rombongan memakan waktu yang lumayan lama, beda kalo jalan sendiri, waktu bisa cepat, biasanya pada saat berangkat semua masih semangat, tapi pada saat pulang kadang-kadang tubuh udah lelah dan gampang emosi untuk cepat pulang. Mestinya kitas adar bahwa kita udah niat ikut touring rombongan, makanya tidak bisa grusa-grusu cepat pulang, (kalo memang pergi lama trus kangen sama foxy lady di rumah, boleh kok diajak foxy lady-nya…).
Sebelum berangkat, jangan lupa berdoa ya, semoga tidak terjadi apa-apa di jalan,selamat sehat walafiat sampai tujuan. Amin.
»»  READMORE...