Berawal dari kegemaran bersepeda tiap minggu
pagi, mendorong keinginan penulis untuk kembali memiliki sebuah sepeda. Setelah
beberapa waktu yang lalu selesai merakit sebuah MTB, kali ini pilihan jatuh
pada sebuah sepeda balap, atau lebih keren sering disebut roadbike, sebuah
sepeda dengan spesifikasi untuk berkendara di lintasan jalan raya atau
velodome, dengan rangka yang berkesan langsing dan tinggi, serta memiliki
diameter roda yang besar (+- 27") namun tetap kokoh untuk dikendarai.
Setelah hunting, tanya kesana kemari mencari
sebuah sepeda balap yang murah (mengingat keadaan keuangan dan budget yang
minim) untuk selanjutnya dipoles n reskonkruksi lagi. Akhirnya penulis
memperoleh sebuah sepeda balap jadul murah dengan kondisi yang boleh dibilang
agak memprihatinkan, walaupun sebenarnya masih tetap bisa dikendarai
berkeliling kampung, nongkrong ke warung, bahkan ngapel ke rumah pacar. Sepeda
balap yg sudah penuh karat di sana - sini, sehingga susah dikenali lagi apa merknya.
Stang original yang seharusnya model dropbar sudah diganti dengan flatbar
layaknya sepeda MTB, bahkan engkol juga tergantikan dengan kepunyaan MTB.
Begitu juga dengan levers, rear derailure dan tentu saja handle rem.
Langkah pertama penulis adalah mempreteli
semua bagian hingga hanya tersisa rangka serta fork depan saja, lalu mengawali
proses pengecatan dengan membersihkan cat lama dengan paint remover, lalu
penyemprotan epoxy filler atau cat dasar dan membiarkannya beberapa hari agar
benar benar kering, sembari memutar otak serta mencari reverensi untuk
pewarnaan.
Setelah berpikir, merenung dan berpuasa
pantang makan jengkol (karena kebetulan penulis gak doyan jengkol) akhirnya
diperoleh untuk memakai warna ungu metalik, dengan perpaduan dengan warna
putih. Untuk perpaduan dengan warna putih serta ide variasi tulisan diperoleh
setelah mempelototi gambar sebuah sepeda Vigo cycles hasil comot dari dunia
maya.
Selesai pewarnaan menggunakan warna ungu dan
putih, serta sebelum akhirnya proses coating, proses selanjutnya adalah
penempelan stiker "OnthelBalapZ", logo OBZ serta bodycopy sebuah
slogan yang berbunyi "ngupoyo seger waras", yang sebelumnya telah
dipersiapkan dengan berbagai pertimbangan.
Setelah semua selesai, lalu terakhir adalah
perakitan. Stang penulis kembalikan seperti semula yaitu menggunakan dropbar,
dengan pemanis berupa bebat imitasi warna ungu. Engkol, levers serta rear
derailure juga diganti dengan milik sepeda balap. Terakhir sadel hitam dan uzur
tergantikan degan warna putih bersih, sekaligus dengan seatpost (stok sadel).
Sedangkan roda tetap mempertahankan memakai
roda lama untuk mempertahankan kesan sepeda klasik (karena roadbike saat ini
memakai ban ukuran 700c). Dan akhirnya atribut plate club sepeda
"Rukun Agawe Onthel" dipasang dengan manis di bagian bawah sadel.
...dan,
Tadaa........!
OnthelBalapZ siap melaju untuk Ngupoyo Seger
Waras (mengupayakan segar n sehat) dan tetap ramah lingkungan...
Go Go Gowes....!







Indah dipandang mata gan, salam dari ane biker pekalongan ^^/
BalasHapussalam kenal juga, maaf lama off...
Hapushabis brapa duit buat ngrakit Ontel BalapZ gan???
BalasHapusjadi pengen...
gan mau nanya, saya baru aj beli sepeda balap 250 rb, mau ganti rear derailleure katanya penjualnya ga bisa pake MTB, kalo punya agan di ganti pake balap dapet dimana?
BalasHapusgan aku punya sepeda balap sperti punya agan... tapi stang kemudinya udah karatan sampe udah berlubang,, mungkin ada petunjuk dr agan bisa pesan stangkemudi sperti yg aslinya di mana ya gan?? mohon petunjuk
BalasHapusmakasih sebelumnya